Kementerian Agama, Benarkah Hadiah Khusus untuk NU?

- 24 Oktober 2021, 12:06 WIB
Menag Yaqut Cholil Qoumas mengklaim Kementerian Agama sebagai
Menag Yaqut Cholil Qoumas mengklaim Kementerian Agama sebagai /Pustaka Al Kautsar/Artawijaya

MIKROFON.ID - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menyebut Kementerian Agama sebagai "hadiah khusus" dari Pemerintah Republik Indonesia untuk Nahdhatul Ulama (NU).

Pernyataan tersebut diungkapkannya saat webinar memperingati Hari Santri yang diselenggarakan PBNU, Rabu, 20 Oktober 2021.

"Kemenag itu hadiah negara untuk NU bukan untuk umat Islam secara umum, tetapi spesifik untuk NU. Jadi wajar jika NU memanfaatkan peluang yang ada di Kemenag," ujar Yaqut.

Yaqut mendaku, lahirnya Kemenag dilatarbelakang oleh penghapusan Piagam Jakarta, yang berisi, "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya."

Klaim Yaqut ini sontak mendapatkan berbagai tanggapan dari berbagai pihak dan menjadi polemik di tengah publik.

Sebagaimana dikutip MIKROFON.ID dari GALAMEDIA NEWS, Wakil Ketua MUI KH Anwar Abbas menyebut apa yang diucapkan Yaqut bisa menyinggung kelompok lain di luar NU.

"Pernyataan ini tentu sangat-sangat kita sayangkan, karena tidak menghargai kelompok dan elemen umat dan masyarakat lainnya," ungkap Anwar dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, 23 Oktober 2021.

Di sisi lain, Anwar juga mengungkapkan bahwa klaim Menag Yaqut tersebut menjelaskan latar belakang dominasi NU pada berbagai posisi dan jabatan di lingkungan Kemenag.

Anwar Abbas juga mengingat pernyataan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj, yang menyatakan urusan agama harus dipegang oleh orang NU.

Halaman:

Editor: I Haris


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X