Balita Jadi Korban Kontak Senjata, Natalius Pigai Minta Pemerintah Usut Kejahatan Kemanusiaan di Papua

- 29 Oktober 2021, 18:45 WIB
Eks Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai meminta pemerintah untuk mengusut berbagai kejahatan kemanusiaan di Papua.
Eks Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai meminta pemerintah untuk mengusut berbagai kejahatan kemanusiaan di Papua. /Twitter @MakeWPapuaSafe

MIKROFON.ID - Eks Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai meminta pemerintah untuk mengusut berbagai kejahatan kemanusiaan di Papua.

"Pemerintah harus usut berbagai Peristiwa kejahatan kemanusiaan di Papua," tegasnya menanggapi kabar meninggalnya seorang balita berusia dua tahun dalam kontak senjata antara pasukan gabungan TNI/POLRI dan TPN-PB pada 26 Oktober 2021.

Menurutnya, masalah di Papua hanya bisa diatasi dengan dengan demokratisasi dan upaya dialogis.

"Masalah Papua tidak akan bisa selesai jika Jakarta tidak bisa buka kran demokrasi. Pentingnya dialog yang bermartabat," tuturnya melalui akun Twitter-nya @NataliusPigai2, hari ini 29 Oktober 2021.

Awal bulan ini, Natalius juga sempat menyoroti tiga hal yang menurutnya menjadi akar konflik di Papua, antara lain ketimpangan distribusi hasil pengolahan sumber daya alam Papua, penempatan dan operasi militer di Papua, serta rasisme terhadap rakyat Papua.

Dalam kontak senjata pada Rabu 26 Oktober tersebut dua anak dilaporkan menjadi korban. Nopelinus Sondegau yang baru berusia dua tahun dilaporkan tewas karena tidak segera mendapatkan perawatan.

Sementara itu korban lainnya, Yoakim Mazau (6 tahun), masih belum diketahui kondisi terakhirnya.

Dikutip dari Suara Papua, seorang anggota TNI, Serka Asep Hermawan, juga sebelumnya dilaporkan tertembak di Kampung Mamba Distrik Sugapa, Intan Jaya Papua.***

Editor: I Haris

Sumber: berbagai sumber


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X