Diperingati Setiap 1 November, Hari Inovasi Indonesia Ingatkan Pelaku Usaha Akan Pentingnya Inovasi

- 1 November 2021, 15:22 WIB
Peringatan Hari Inovasi Indonesia bertujuan untuk mengingatkan semua pihak akan pentingnya inovasi bagi perbaikan hidup masyarakat Indonesia.
Peringatan Hari Inovasi Indonesia bertujuan untuk mengingatkan semua pihak akan pentingnya inovasi bagi perbaikan hidup masyarakat Indonesia. /Foto: Twitter @Hari_Inovasi

MIKROFON.ID - Tanggal 1 November ini diperingati sebagai Hari Inovasi Indonesia (HII). Peringatan HII bertujuan untuk mengingatkan semua pihak khususnya pelaku usaha akan pentingnya inovasi bagi perbaikan hidup masyarakat Indonesia.

"Hari Inovasi Indonesia (HII) akan diperingati oleh para individu dan pemilik merek setiap tanggal 1 November, harapannya adalah terciptanya budaya inovatif, produk inovatif dan layanan inovatif", ujar Handi Irawan D, penggagas Hari Inovasi Indonesia.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti inovasi adalah pemasukan atau pengenalan hal-hal yang baru, atau dengan kata lain pembaruan.

Dapat juga berarti penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya, baik gagasan, metode, ataupun alat.

Latar Belakang Hari Inovasi Indonesia

Menurut Handi, inovasi menjadi faktor mendasar kesukesan baik individu maupun perusahaan. Kesadaran akan pentingnya inovasi dalam dunia usaha hingga melahirkan ungkapan "inovasi atau mati".

Dalam pandangannya, perusahan yang tidak inovatif, ibaratnya tinggal menunggu kematian, karena kemajuan teknologi dan perubahan perilaku pelanggan semestinya menuntun perusahaan untuk melakukan perubahan melalui inovasi, menciptakan produk dan layanan baru yang semakin memenuhi keinginan pelanggan.

Menurut Handi, sebagaimana dikutip MIKROFON.ID dari hari-inovasi.com, hambatan terbesar inovasi adalah mindset perusahaan yang juga merupakan koleksi dari mindset karyawannya.

"Mindset inilah yang akan menentukan apakah perusahaan memiliki budaya inovatif atau tidak. Tidak adanya motivasi untuk berinovasi, akan menciptakan budaya kerja yang statis dan akhirnya perusahaan tidak akan mampu bersaing lagi," paparnya.

Budaya inovatif menurutnya perlu ditumbuhkan para leader dan pelaku bisnis, yang juga membutuhkan komitmen yang tinggi.

Halaman:

Editor: I Haris

Sumber: hari-inovasi.com


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X