Insinyur Sedunia Perlu Berkolaborasi Hadapi Pandemi Covid-19, Ini Peran Bioengineer

- 17 Oktober 2020, 19:43 WIB
Ilustrasi- Covid-19 melanda dunia. /Pixabay/Geralt /

MIKROFON.ID - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mengusulkan perlunya platform digital berupa "big data" insinyur sedunia sebagai sarana kolaborasi para insinyur menghadapi persoalan global.

Saat pandemi Covid-19 ini, dibutuhkan kolaborasi para "bioengineer" (insinyur teknik hayati) dunia dalam percepatan pembuatan vaksin.

“Kini, yang dibutuhkan bukanlah kompetisi bioengineer antar negara, tetapi kerja sama dalam riset untuk secepat mungkin menghasilkan vaksin Covid-19,” kata Presiden Association of Engineering Education Southeast and East Asia and the Pacific (AEESEAP), Heru Dewanto, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 17 Oktober 2020, seperti dikutip Antara.

Baca Juga: Erdogan Protes Kanada, Ekspor Pesawat Tanpa Awak Ditangguhkan ke Turki

Dalam sebuah workshop virtual bertajuk ‘Enhancing Engineering Value Chain’, Heru menjelaskan para ahli bioengineering bisa menjadikan platform kolaborasi ini sebagai pertukaran informasi genom virus Sars cov-2 di tiap negara, serta berbagai ilmu pengetahuan dalam percepatan pembuatan vaksin.

Dengan demikian, akan lebih memudahkan para ahli menemukan solusi vaksin bagi dunia.

Dalam platform digital tersebut ada knowledge sharing tapi tetap menjaga kerahasiaan, security dan properti tiap negara, sehingga, kolaborasi para insinyur sedunia ini hanya bisa dilakukan kalau standar kompetensinya disetarakan secara global.

Baca Juga: Tanda-tanda Tak Wajar Dalam Menghadapi Krisis, Berikut Saran Psikolog

Di Indonesia, standarisasi ini sudah dilakukan oleh PII bersama seluruh institusi pendidikan tinggi teknik dan asosiasi keahlian keteknikan.

“Standarisasi kompetensi insinyur di Indonesia dilakukan sepanjang rantai nilai keinsinyuran (Engineering Value Chain),” ujarnya.

Halaman:

Editor: Ivan W.

Sumber: Antaranews.com


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X