Dari Bantuan Subsidi Upah Rp37,7 Triliun, Guru Honorer Dapat Jatah

- 19 Oktober 2020, 00:30 WIB
Untuk membantu 15,7 juta pekerja terdampak Covid-19, Kementerian Ketenagakerjaan mengalokasikan bantuan subsidi upah (BSU) sebesar Rp37,7 triliun, sebagian untuk guru honorer. /PIXABAY/EmAji/

 

MIKROFON.ID - Untuk membantu 15,7 juta pekerja terdampak Covid-19, Kementerian Ketenagakerjaan mengalokasikan bantuan subsidi upah (BSU) sebesar Rp37,7 triliun.

Bantuan subsidi upah itu ditujukan bagi pekerja terdampak Covid-19 yang eksis bekerja dan terdaftar pada BPJS Ketenagakerjaan.

Akan tetapi, tidak semua data 15,7 pekerja itu valid. Ada sekitar 12,4 juta pekerja terdampak Covid-19 yang tidak memenuhi ketentuan pencairan bantuan subsidi upah.

“Namun dari alokasi Rp37,7 triliun itu kami kembalikan lagi Rp8 triliun karena data (pekerja) yang diterima awal 15,7 juta (pekerja) ternyata yang memenuhi syarat hanya 12,4 juta,” kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, di Pekalongan, Minggu, 18 Oktober 2020, seperti dilansir Antara.

 Baca Juga: Pelaku Perdagangan Manusia Beraksi di Tengah Covid-19, Sasar Pengangguran dan Anak Putus Sekolah

Baca Juga: Website Bisnis Diperlukan Pelaku Usaha di Era Digital, Simak Keunggulannya

Kementerian Ketenagakerjaan pun menghitung sisa alokasi anggaran bantuan subsidi upah dari pekerja yang tidak memenuhi syarat itu hingga senilai Rp8 triliun.

Di sisi lain, kata dia, Kementerian Ketenagakerjaan menerima banyak permintaan bantuan dari kelompok guru honorer. Para guru honorer merasa Covid-19 juga memberi dampak pada mereka.

Oleh karena itu, Kementerian Ketenagakerjaan memutuskan alokasi yang dikembalikan sebesar Rp8 triliun tersebut akan digunakan untuk membantu guru honorer yang berada di Kementerian Agama, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Halaman:

Editor: Muhammad Fikry Mauludy

Sumber: Antaranews.com


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X