Pak Sugeng dan Kuda Lumping-nya, Seni Tradisi yang Kini Berjalan Tertatih

- 21 Oktober 2021, 15:29 WIB
Di sepetak lahan yang masih bertahan dari himpitan pemukiman, Pak Sugeng dan keluarga menampilkan seni tradisi Kuda Lumping.
Di sepetak lahan yang masih bertahan dari himpitan pemukiman, Pak Sugeng dan keluarga menampilkan seni tradisi Kuda Lumping. /I Haris/@username_haris

MIKROFON.ID - Cetar suara cambuk dan tetabuhan kendang yang riuh mengawali aksi. Tak lama berselang, warga berkerubung di sekitar delapan seniman Kuda Lumping ini.

Di sepetak lahan yang masih mencoba bertahan dari himpitan pemukiman di salah satu sudut Kota Cimahi, Pak Sugeng dan keluarganya menampilkan kebolehannya.

Di tengah-tengah atraksi, beberapa orang datang menghampiri dan sedikit berbagi rezeki. Tak banyak, mungkin karena itu Pak Sugeng dan keluarga beranjak lagi.

"Saya asli dari Surabaya, mas," ungkapnya di sela persiapan aksi di lokasi berikutnya yang tak jauh dari lokasi pertama.

Pak Sugeng bersama delapan anggota kelompok seni Kuda Lumping "Singa Barong" sudah sekitar enam tahun terakhir ini mencoba mengadu nasib di Bandung.

Penampilan Pak Sugeng bersama kelompoknya ini tak seperti pertunjukan Kuda Lumping yang mungkin pernah kita temui di arena pekan raya atau festival seni daerah.

Meski tanpa peralatan lengkap dan kostum yang menarik, anggota Singa Barong yang juga putera-puteri Pak Sugeng berhasil menghibur warga yang antusias menyaksikan mereka.

Bukan hanya anak-anak dan orang tua, para remaja pun tak urung terpikat juga menyaksikan atraksi Kuda Lumping Pak Sugeng sekeluarga yang kadang sangat berbahaya.

Sebagian remaja bahkan naik ke atap rumah kontrakan mereka dan mulai mengarahkan kamera, mungkin untuk update status atau sekedar merekam peristiwa.

Halaman:

Editor: I Haris


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X